Pernahkah Anda menatap layar HP berlama-lama, bingung mau posting apa hari ini? Atau mungkin Anda merasa isi Instagram bisnis Anda isinya “jualan melulu” sampai audiens mulai bosan dan unfollow satu per satu?
Masalah ini adalah makanan sehari-hari para social media specialist. Solusinya bukan sekadar rajin posting, tapi memiliki strategi yang disebut Content Pillar atau Pilar Konten.
Bayangkan pilar konten ini sebagai menu di sebuah restoran. Jika restoran hanya menyajikan nasi putih setiap hari, pelanggan pasti kabur. Sama halnya dengan media sosial, Anda perlu menyajikan “menu” yang variatif agar followers betah, loyal, dan akhirnya membeli produk Anda.
Pilar konten akan menjadi kompas Anda saat ide sedang macet (writer’s block) dan menjaga identitas brand tetap konsisten. Lalu, menu apa saja yang harus disajikan? Berikut 5 jenis pilar konten yang wajib ada dalam strategi digital marketing Anda.
1. Engagement (Konten Interaksi)
Media sosial adalah jalan dua arah. Jangan asyik bicara sendiri! Konten engagement bertujuan memancing audiens untuk berhenti scrolling dan mulai berkomentar atau menekan tombol like.
Jenis konten ini tidak harus berat. Anda bisa memulainya dengan hal sederhana seperti:
- Polling di Instagram Story (“Tim Bubur Diaduk vs Tidak Diaduk?”).
- Tebak gambar atau kuis trivia ringan.
- Pertanyaan sederhana terkait kehidupan sehari-hari (“Apa lagu wajib kamu saat kerja?”).
2. Educational (Konten Edukasi)
Jadilah solusi bagi masalah audiens Anda. Konten edukasi berfungsi membangun otoritas brand, sehingga Anda dianggap ahli di bidang tersebut. Kuncinya adalah soft-selling; berikan manfaat dulu, jualan kemudian.
Contohnya, jika Anda menjual produk perawatan kulit, jangan hanya upload foto produk. Bagikan tips urutan pemakaian skincare yang benar, atau cara mengatasi kulit kering saat puasa. Ketika audiens merasa pintar karena konten Anda, kepercayaan mereka akan tumbuh.
3. Entertainment (Konten Hiburan)
Siapa bilang akun bisnis harus selalu serius? Kadang, audiens membuka media sosial hanya untuk mencari hiburan di sela-sela kerja.
Sisipkan konten yang ringan, lucu, atau relatable dengan situasi terkini. Anda bisa memanfaatkan meme yang sedang tren, video parodi singkat, atau kejadian lucu di balik layar (behind the scenes) kantor Anda. Konten yang menghibur memiliki potensi viral yang lebih tinggi karena orang suka membagikannya ke teman-teman mereka.
4. Community (Konten Komunitas)
Manusia suka merasa menjadi bagian dari sebuah kelompok. Pilar konten ini bertujuan membangun rasa memiliki (sense of belonging) di antara pengikut Anda.
Anda bisa mengangkat cerita sukses dari pelanggan (testimoni), meliput kegiatan komunitas lokal yang relevan dengan produk Anda, atau mengadakan kompetisi foto berhadiah. Tujuannya bukan sekadar pamer, tapi menunjukkan bahwa brand Anda hidup berdampingan dengan mereka.
5. Promotional (Konten Promosi)
Tentu saja, tujuan akhir bisnis adalah penjualan. Pilar promosi adalah tempat Anda “berjualan” secara terang-terangan (hard-selling).
Gunakan pilar ini untuk mengumumkan diskon hari raya, promo buy 1 get 1, atau peluncuran produk baru. Namun ingat aturannya: jangan biarkan pilar ini mendominasi 100% feed Anda. Kombinasikan dengan empat pilar sebelumnya agar audiens tidak merasa seperti sedang diteror oleh brosur jualan.
Kesimpulan
Mengelola media sosial memang butuh seni mencampur kelima pilar di atas. Jangan takut untuk bereksperimen dan melihat mana yang paling disukai oleh audiens Anda. Dengan pilar konten yang rapi, feed Anda akan terlihat lebih profesional, informatif, dan tentunya tidak membosankan.
Pastikan strategi konten yang ciamik ini didukung dengan layanan pelanggan yang prima menggunakan asisten otomatis dari Marura AI agar tidak ada calon pembeli yang terabaikan.






